Katakalbar.com, MODANG – Akibat kurangnya perhatian dan perawatan badan jalan nasional oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Barat (Kalbar) akibatnya masyarakat dan pengguna jalan menjadi korban, pasalnya tidak sedikit kerusakan badan jalan bahkan lubang-lubang besar terdapat di ruas jalan nasional di wilayah Kalimantan Barat.
Akibat kelalaian dari BPJN Kalbar untuk melakukan perawatan dan perbaikan jalan yang rusak, Jalan Trans Kalimantan KM 12 Toba, Dusun Modang, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat makan korban jiwa.
Nasib naas dialamai MA (25), warga Gang Teluk Intan, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat dan ASW (21), warga Gang Teluk Betung Maju, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak, akibat menghindari lubang yang terdapat di badan jalan, truk tangki yang mereka kendarai terguling dan menewaskan MA (25) supir sedangkan rekannya Angga Septa Wahyudi mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, truk tangki yang dikemudikan MA melintas di KM 12 Toba, diduga terkejut melihat adanya lubang di badan jalan untuk menghindari lubang tersebut, sopir kemudian membanting setir ke arah kanan jalan, namun naas truk terguling membuat pengemudi dan krenet terlempar keluar dan pengemudi tertimpa truk yang dikemudikannya, kejadian tersebut sekitar pukul pukul 21.30 WIB, Sabtu 9 Mei 2026 malam.
Salah seorang warga ditemui dilokasi kejadian mengatakan selain jalur jalan sempit, gelap akibat kurangnya penerangan, juga terdapat banyak kerusakan di badan jalan.
“Saya hampir sering melalui jalan ini, dari Kota Pontianak kalau menuju Kabupaten Ketapang saya rasa banyak lokasi0lokasi jalan nasional yang rawan kecelakaan, karena tidak sedikit jalan yang berlubang dan rusak, jika malam di jalan nasional juga kurangnya penerangan lampu jalan, kita berharap kepada pemerintah untuk dapat memperhatikan fasilitas umum yang sering dilalui oleh warga, jangan setelah ada korban jiwa baru turun untuk memperbaiki jalan,” ucapnya yang enggan namanya disebutkan.
Hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan resmi dari pihak BPJN Kalbar terkait banyaknya ruas jalan yang luput dari perhatian BPJN Kalbar, terutama ruas jalan Trans Kalimantan yang sering memakan korban jiwa. (Tim Redaksi)

COMMENTS